Senin, 05 November 2012

laporan praktikum massa zat-zat reaksi


Judul                                      : Massa Zat-Zat Pada Reaksi Kimia
Hari/Tanggal Percobaan      : Dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2011 pada pukul 10.00wib
Selesai Percobaan                  : Pada pukul 12.30 wib
Tujuan Percobaan                : Untuk membuktikan Hukum dari Lavoisier tentang Kekekalan Massa yang berbunyi “massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Tinjauan Pustaka :
Berdasarkan serangkaian percobaan Antoine Lavoisier tentang pembakaran merkuri membentuk merkuri oksida yang selanjutnya bila dipanaskan kembali akan terurai menghasilkan sejumlah cairan merkuri dan gas oksigen yang jumlahnya sama dengan yang dibutuhkan waktu pembentukan merkuri oksida. Lavoisier mengemukakan bahwa pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Hokum kekekalam massa menyatakan : “ Massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama” berlaku untuk semua reaksi kimia dengan menghasilkan zat-zat baru.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit.
Massa  adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa biasanya disinonimkan dengn berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.
Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan.



























Cara Kerja    :
Ø  Percobaan I
Rounded Rectangle: 10 ml NaOH 0,2 M 
0
Rounded Rectangle: 5 ml CuSO4 0,2 M
 

                  
                                                                                            
-          Dimasukkan kedalam                                      - Dimasukkan dalam
                                    Labu erlenmeyer                                                 Tabung reaksi
                                                            -Tabung diikat
                                                             dengan benang
-          tabung reaksi dimasukkan dalam
     Erlenmeyer dan ditutup dengan
Penyumbatnya
-          Menimbang labu erlenmeyer beserta isinya
-          Mencatat massanya
-          Memiringkan tabung reaksi sehingga larutan bercampur
-          Menimbang kembali erlenmeyer beserta isinya
-          Rounded Rectangle: -	Massa NaOH dan CuSO4  sebelum reaksi ?
-	Massa NaOH dan CuSO4 sesudah reaksi ?
-	Warna zat sesudah reaksi ?
Mencatat kembali massanya







Rounded Rectangle: Massa tetap
 









Ø  Percobaan II

Rounded Rectangle: 10 ml KI 
0,2 M
Rounded Rectangle: 5 ml Pb(NO3)2
0,2 M
 



                                                                                                           
·         Dimasukkan kedalam                                - Dimasukkan dalam labu erlenmeyer                                            tabung reaksi                                                                                    -Tabung diikat
                                                                   dengan benang                       
-          tabung reaksi dimasukkan dalam
     Erlenmeyer dan ditutup dengan
Penyumbatnya
-          Menimbang labu erlenmeyer beserta isinya
-          Mencatat massanya
-          Memiringkan tabung reaksi sehingga larutan bercampur
-          Menimbang kembali erlenmeyer beserta isinya
-          Mencatat kembali massanya
Rounded Rectangle: -	Massa KI dan Pb(NO3)2 sebelum reaksi ?
-	Massa KI dan Pb(NO3)2 sesudah reaksi ?
-	Warna zat sesudah reaksi ?
Rounded Rectangle: Massa tetap
 











       


Hasil Pengamatan :

Percobaan
NaOH + CuSO4               Cu(OH)2 + Na2SO4
KI + Pb(NO3)2                  PbI2 + KNO3
Massa Mula-mula
163,8 gram
163,5 gram
Massa Akhir
163,8 gram
163,5 gram
Warna Sebelum
Biru Bening (CuSO4)
Bening (NaOH)
Bening (KI)
Bening (Pb (NO3)2)
Warna Sesudah
Terdapat endapan biru
Terdapat endapan kuning

Analis Data    :
Ø  Percobaan I
            NaOH(aq) + CuSO4(aq)               Na2SO4(aq)  +  Cu(OH)2(s)
            Cu 2+(s) + 2OH-(aq)                     Cu(OH)2(s)
Setelah direaksikan NaOH dengan CuSO4 terjadi  endapan berwarna biru, yaitu  tembaga (II) hidroksida.
Pada tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah sebagai berikut:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/anorganik/cuohdiag.gif
                                   
Ø  Percobaan II
            KI(aq) + Pb(NO3)2(aq)                 KNO3(aq) + PbI2 (s)
            Pb2+(s) + 2I-(s)                 PbI2(s)
                        Setelah direaksikan KI dengan Pb(NO3)2 terjadi endapan berwarna kuning, yaitu timbal iodida.




Pembahasan  :
Ø  Percobaan I
Tembaga adalah logam merah muda, yang lunak, dapat ditempa, dan liat. Ia melebur pada 1038 ­­­°C . Karena potensial elektroda standartnya positif, (+0,34V untuk pasangan Cu / Cu2+), ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen dia dapat larut sedikit.
Ada dua deret senyawa tembaga. Senyawa-senyawa tembaga (I) diturunkan dari tembaga (I) oksida Cu2O yang merah, dan mengandung ion tembaga (I), Cu­+. Senyawa-senyawa ini tak berwarna, kebanyakan garam tembaga (I) tak larut dalam air, perilakunya mirip perilaku senyawa perak (I). Mereka mudah dioksidasikan menjadi senyawa tembaga (II), yang dapat diturunkan dari tembaga (II) oksida, CuO, hitam. Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat, maupun dalam larutan air, warna ini benar-benar khas hanya untuk ion tetraquokuprat (II) saja. Garam-garam tembaga (II) anhidrat, seperti tembaga (II) sufat anhidrat CuSO4, berwarna putih atau sedikit kuning. Dalam larutan air selalu terdapat ion kompleks tetraaquo.
Na+(s) + OH-(aq)                          NaOH(aq)
Cu2+(s) +  SO42-(aq)                           CuSO4(aq)
            2NaOH(aq) + CuSO4(aq)                                Cu(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
            Cu2+(s)  + 2OH-(aq)                      Cu(OH)2(s)
Pada praktikum ini terjadi reaksi ion heksaquotembaga(II) dengan ion hidroksida, dimana Ion hidroksida menggantikan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian melekat pada ion tembaga. Setalah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, akan memperoleh kompleks tidak bermuatan – kompleks netral. Kompleks ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan. Endapan tersebut tidak larut dalam reagensia berlebihan.
Dalam percobaan I sesuai dengan hukum kekekalan massa, dimana massa sebelum dan sesudah reaksi sama, yaitu 163,8 gram serta terbentuknya zat baru Na2SO4 dan Cu(OH)2 yang berbentuk endapan berwarna biru.





Ø  Percobaan II
Timbal adalah suatu unsur kimia yang terdapat pada golongan IV A dan periode ke enam pada tabel periodik. Timbal yang diberi lambang Pb yang merupakan singkatan dari bahasa Latinnya, yaitu plumbum. Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa 207,2. Timbal merupakan logam berwarna abu-abu, mempunyai massa jenis yang sangat tinggi yaitu 11,34 g/cm3, jauh lebih tinggi daripada massa jenis tertinggi bagi logam transisi pertama yaitu 8,92 g/cm3 untuk tembaga.


Pb2+(s)  + NO3-(aq)                             Pb(NO3)2(aq)
K+(s)  +  I-(s)                          KI(aq)
            KI(aq) + Pb(NO3)2 (aq)                      KNO3(aq) + PbI2 (s)
            Pb2+(s)  + 2I- (s)                                 PbI2(s)

                        Kation timbal direaksikan dengan kalium iodida akan menghasilkan endapan timbal iodida yang berwarna kuning.
Pb2+(s)  + 2I- (s)                                 PbI2(s)
Dalam percobaan II sebernya sesuai dengan hukum kekekalan massa, dimana massa sebelum dan sesudah reaksi sama, hanya saja hasil dari percobaan yang diperoleh terjadi perbedaan hasil sebelum dan sesudah reaksi. Dimana massa mula-mula sebesar 163,5 gram  dan massa sesudah reksi sebesar 163,5 gram.

Kesimpulan
           
Sesuai Hukum Kekekalan massa yang berbunyi “massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama berlaku untuk semua reaksi kimia dengan menghasilan zat-zat baru”. Percobaan I dan percobaan II terbukti sesuai dengan hukum kekekalan massa tersebut.






Jawaban Pertanyaan
1.      Teori dalam ilmu pengetahuan berarti model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau fenomena sosial tertentu. Teori dirumuskan, dikembangkan, dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Teori juga merupakan suatu hipotesis yang telah terbukti kebenarannya. Sebuah teori dikatakan benar jika ia menjelaskan hal-hal yang tidak teramati tapi benar-benar ada dan menjelaskannya dengan akurat.
hukum adalah teori jenis khusus, yang menjelaskan seluruh kategori dan menjelaskan hubungannya dengan istilah paling umum. Hukum diawali dengan kata “semua,” seperti, Semua ini bersifat itu, semua benda bermassa saling tarik satu sama lain.
Sebuah hukum tidak ada hubungannya dengan teruji atau diterima secara umum oleh masyarakat ilmuan. Sebuah teori adalah hukum karena apa yang dijelaskannya, bukan karena konfirmasi tertentu. Dan sebuah teori adalah hukum atau bukan hukum dari awalnya, bahkan saat ia diajukan pertama kali, saat ia berupa hipotesis. Status hukum tidak dapat diperoleh, tidak dapat pula dihapus.
2.  Pemahaman tentang atom adalah bagian terkecil dari sebuah materi merupakan landasan yang dipergunaka oleh John Dalton (1805). Dia mengembangkan teori atom berdasarkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Dalton mengajukan bahwa :
1.Setiap materi disusun oleh partikel kecil yang disebut dengan atom
2.Atom merupakan bola pejal yang sangat kecil (lihat Gambar 3.7)
3.Unsur adalah materi yang terdiri atas atom yang sejenis dan berbeda dengan atom dari unsur lainnya.
4.Senyawa adalah materi yang disusun oleh dua atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu
5.Pembentukan senyawa melalui reaksi kimia yang merupakan proses penataan dari atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut.
3.      Pada pembakaran magnesium yang memiliki persamaan reaksi sebagai berikut :
  2 Mg(s) + O2(g)                     2 MgO(s)
  3 MG(s) + N2(g)                    Mg3N2(s)
Pembakaran logam magnesium menhahsilkan cahaya putih yang cemerlang, pembakaran ini juga menghasilkan oksida magnesium (MgO) dan nitrida magnesium (Mg3N2). Senyawa ini terbentuk karena magneium bereaksi dengan oksigen dan nitrogen di udara, hal inilah yang menimbulkan penambahan massa pada pembakaran magnesium.
4.  Reaksi –reaksi yang terdapat dalam praktikum massa zat – zat reaksi kimia
Ø  Percobaan 1
            Na+(s) + OH-(aq)                           NaOH(aq)
Cu2+(s) + SO42-(aq)                      CuSO4(aq)
            2NaOH(aq)+CuSO4(aq)                Na2SO4(aq) + Cu(OH)2(s)
            Cu 2+(s) + 2OH-(aq)                     Cu(OH)2(aq)

Ø  Percobaan 2
Pb2+(s)  + NO3-(aq)                             Pb(NO3)2
K+(s)  +  I- (s)                         KI(aq)
            KI(aq) + Pb(NO3)2 (aq)                      KNO3(aq) + PbI2 (s)
            Pb2+ + 2I- (s)                                       PbI2(s)



Daftar Pustaka :
Tim kimia dasar.2009.Penuntun praktikum Kimia dasar I.Surabaya:Unipress
Pauling, L. General Chemistry (Dover Publications) ISBN 0-486-65622-5






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar